Prasasti Marmer Untuk Peresmian Dan Penandatanganan Bangunan Baru

Prasasti Marmer Untuk Peresmian Dan Penandatanganan Bangunan Baru

Merupakan bentuk sinergitas antara Pemerintah Daerah dengan Polri, Plt.Bupati Karawang dr. Cellica Nurachadiana beserta jajaran Forkominda hadiri acara peresmian Gedung Polsek Jatisari dengan ceremony Penandatanganan Prasasti oleh Kapolres Karawang Daddy Hartadi serta Pengguntingan Pita oleh Plt. Dalam sambutannya Plt.Bupati Karawang dr. Cellica Nurachadiana menyampaikan, sebagaimana diketahui bersama, bahwa jaminan keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan salah satu prasyarat terselenggaranya proses pembangunan Nasional yang didukung oleh tegaknya hukum serta terbinanya kemampuan untuk mengembangkan potensi dan kekuatan masyarakat dalam mencegah, menangkal dan menanggulangi segala bentuk pelanggaran hukum dan bentuk ganguan-gangguan lainnya” ujarnya. Oleh karena itu, upaya pelaksanaan serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban, sudah merupakan suatu kewajiban yang harus kita tingkatkan secara berkesinambungan, diantaranya melalui penyelenggaraan tugas kepolisian yang meliputi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakkan hukum, perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat, dibantu oleh masyarakat itu sendiri serta didasari dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, sebagaimana ditegaskan dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang “Kepolisian Negara Republik Indonesia”,tandasnya.

Prasasti Marmer Untuk Peresmian Dan Penandatanganan Bangunan Baru
Prasasti Marmer Untuk Peresmian Dan Penandatanganan Bangunan Baru

Hadir dalam peresmian gereja antara lain Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, Uskup Agung Jakarta, Mgr Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, serta ribuan umat Katolik yang bermukim di Bekasi Utara. Dewan Paroki Santa Clara, Eman Dapaloka. Eman mengatakan, Paroki Santa Clara telah terbentuk sejak 21 tahun lalu di wilayah Bekasi Utara. Saat itu, terdata jumlah jemaat mencapai 9.000 orang. Selama itu, jemaat melakukan ibadah di sebuah ruko Perumahan Wisma Asri, Bekasi Utara. Kemudian, panitia pembangunan gereja mengurus perizinan sejak 2002 lalu. Jalan terjal dan panjang diarungi panitia pembangunan gereja. Berbagai penolakan warga sekitar, membuat pengurusan perizinan berjalan lambat. Bahkan, bisa dibilang pengurusan perizinan gereja sempat mandek. Baru, pada 28 Juli 2015, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, memberikan izin mendirikan bangunan (IMB) Gereja Santa Clara. Pemberian izin ini pun, tetap mendapat penolakan warga terutama organisasi kemasyarakatan (ormas) agama tertentu. Puncaknya, pada 10 Agustus 2015 lalu. Ribuan massa ormas menggeruduk lokasi pembangunan gereja di RT 02 dan RT 03/RW 06, Kelurahan Harapanbaru, Kecamatan Bekasi Utara. Padahal saat itu, belum dilakukan peletakan batu pertama, hanya ditentukan lokasi pembangunannya. Empat tahun berlalu. Kini, Gereja Santa Clara telah melayani misa Minggu hingga empat kali. Data terbaru Agustus ini ada 8.515 anggota jemaat Santa Clara. Menurut Eman, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, yang menandatangani prasasti peresmian penggunaan gereja, didampingi Menteri ESDM, Iganasius Jonan, yang diundang oleh jemaat Santa Clara. Wali Kota Bekasi, kata Eman, mengutarakan di hadapan jemaat Santa Clara, tidak ada kaum mayoritas dan minoritas, semua dianggap sama, Indonesia. Perjuangan panjang jemaat Santa Clara selama ini dinilai telah terbayar. Kini, mereka telah memiliki gedung gereja baru. Tak lagi, berdesakan saat melaksanakan misa Minggu ataupun kehujanan saat air hujan mengguyur tenda ruko di Perumahan Wisma Asri.

Batam - Kabar gembira, jalur samudera Cheng Ho di Batam akhirnya telah diresmikan. Wisatawan dalam dan luar negeri bisa datang ke replika kapal Cheng Ho dan replika masjid Cheng Ho di Batam. Pemerintah tengah gencar menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Selain giat membasmi kapal pencuri ikan, ada pula pembangunan objek wisata yang berkaitan dengan kemaritiman. Pada hari ini, Sabtu (21/2/2015), Menko Kemaritiman Indroyono Soesilo dan Menteri Pariwisata Arief Yahya meresmikan sebuah objek wisata tematik di Pulau Batam, Kepulauan Riau. Lokasi objek wisata tersebut terletak di kawasan Golden King, Batam. Indroyono dalam sambutan pembukaannya yang dilanjut dengan menyalakan sirine. Indroyono menambahkan bahwa infrastruktur di Batam harus menunjang bila nantinya menjadi tujuan wisata. Oleh karena itu, nantinya akan dibangun pula jembatan penghubung antara Pulau Batam dengan Pulau Bintan. Setelah itu Indroyono dan Arief Yahya menandatangani prasasti peresmian replika kapal Golden Cheng Ho II dan replika masjid Cheng Ho. Seperti diketahui dalam sejarah kemaritiman Indonesia, Laksamana Cheng Ho pernah mampir dengan membawa 30.000 anak buah kapal sekaligus untuk menyebarkan agama Islam di Nusantara. Pemilik kawasan wisata tersebut Abi Tekpo diganjar penghargaan karena telah mengembangkan wisata tematik ini. Nantinya para pengunjung yang datang dapat menikmati santap siang sembari mengarungi muara dengan kapal Golden Cheng Ho II.

Undangan panitia pun, resmi kepada Wabup Ridho. Berbagai persiapan sudah dilakukan. Termasuk menyiapkan prasasti peresmian. Namun acara mendadak berubah ketika yang datang adalah Bupati Kuningan H Acep Purnama. Kepanikan terlihat di wajah panitia yang sudah mempersiapkan jauh-jauh hari. Seperti prasasti yang akan ditandatangani oleh wabup, mendadak diganti karena yang datang adalah bupati. “Kami kaget karena sejak awal rapat, acara peresmian ini akan dihadiri pak Wabup. Prasasti yang sudah dipersiapkan untuk pak Wabup, mendadak diganti,” kata salah seorang pemuda yang tidak mau disebutkan namanya. Meski tanpa dihadiri wabup karena acaranya diambil alih bupati, namun acara peresmian Tempat Doa Bersama “Rukem Maja” Dusun Kliwon, Desa Bojong, Kecamatan Cilimus, berjalan lancar. Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti oleh bupati, serta Kepala Desa Bojong Nurul Komariyah SSos. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan selamat dan terima kasih, serta meminta kepada seluruh masyarakat Desa Bojong untuk menjaga dan memelihara fasilitas yang telah dibangun dengan baik. “Kedepan, saya juga menitipkan kepada warga Desa Bojong untuk menjaga fasilitas yang telah dibangun oleh desa. Karena sebaik apapun pembangunan jika tidak dipelihara dan dijaga akan cepat rusak,” sambut Bupati. Menurut Bupati, dengan kegiatan ini untuk menghargai, mengingat dan mendoakan para ahli kubur. Karena dengan jasa ahli kubur dan pendahulu, Desa Bojong bisa seperti sekarang ini. “Masyarakatnya bisa tetap terus berkegiatan. Pembangunan bisa tetap dilakukan, karena telah ditanamkan oleh para pendahulu kita,” tutur Acep. Acep berpesan kepada seluruh masyarakat Desa Bojong, untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Serta tetap memelihara silaturahmi antar warga. Sementara itu, Kepala Desa Bojong Nurul Komariyah SSos menyampaikan, dengan semangat yang besar, serta dukungan dari seluruh masyarakat Desa Bojong. Allhamdulillah, pembangunan Tempat Doa Bersama Rukem Maja hari ini dapat terealisasikan dengan lancar.

Papan Peresmian Bahan Marmer

Bekasi - Taman rekreasi bertema salju Trans Snow World Juanda diresmikan. Wisatawan kini bisa menikmati salju sungguhan di Bekasi. Berlokasi di Margahayu, Bekasi, wahana rekreasi salju terbaru Trans Snow World Juanda hadir meramaikan blantika pariwisata Indonesia. Peresmiannya Minggu pagi ini (24/3/2019) dilakukan langsung oleh Founder & Chairman of CT Corp Chairul Tanjung. Hadir juga Walikota Bekasi, Rachmat Effendi dan Wakil Walikota Bekasi, Tri Adhianto serta tokoh senior PAN, Hatta Rajasa. Chairman CT Corp, Chairul Tanjung di lokasi. Sambil tertawa sumringah, Chairul Tanjung memperkenalkan wahana hiburan salju terbarunya ke Walikota Bekasi, Rachmat Effendi bersama wakilnya Tri Adhianto. Selaku Walikota Bekasi, Rachmat Effendi atau yang akrab disapa Pepen juga bangga bukan main. Ia pun tak pernah menyangka, kalau akhirnya akan ada salju di kota yang ia pimpin. Hadirnya Chairman CT Corp bersama Walikota Bekasi dan jajarannya pun menandai diresmikannya wahana baru Trans Snow World Juanda di Kota Bekasi pagi ini. Tempat wisata di Bekasi terbaru pun resmi sudah bisa dinikmati wisatawan. Prasasti peresmian Trans Snow World Juanda ditandatangani oleh Walikota Rachmat Effendi. Setelah diresmikan pagi ini, traveler yang ingin bermain salju di Trans Snow World Juanda dapat menikmati wahana tersebut mulai Senin besok (25/3). Jam bukanya dari pukul 09.00-23.00 WIB. Harga tiket Snow World adalah Rp 200 ribu untuk weekday dan Rp 275 ribu untuk weekend. Harga tersebut sudah termasuk rental sepatu boot dan kaus kaki gratis.

Papan Peresmian Bahan Marmer
Papan Peresmian Bahan Marmer

Menurut IQNA, kesalahan tersebut ditemukan oleh Ketua Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Jawa Barat, Hasbulloh Ghazaly. Dalam prasasti yang ditandatangani Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto ini terdapat bacaan basmalah yang menggunakan kaidah Khat Kufi, atau kaidah Arab tertua. Dia melihat, ada kekurangan huruf Alif yang seharusnya ada sebelum kata ‘Arrahman’ dan ‘Arrahiim’ serta tidak ada titik dua pada huruf Yaa. Hal itu pun sempat dibagikan Hasbulloh dalam akun Instagram pribadi miliknya (@hasbullohghazaly) yang juga ditandai ke Instagram Ridwan Kamil dan Bima Arya. Berdasarkan pemahamannya, tulisan basmalah yang ada di dalam prasasti tersebut salah sehingga bisa mengarah ke salah arti dari basmalah itu sendiri. Menurut Hasbulloh, seharusnya gubernur dan wali kota meneliti bacaan tersebut terlebih dahulu sebelum membubuhkan tanda tangannya pada Jumat (17/12) lalu saat peresmian. “Dengan koreksi ini, semoga Pemerintah Kota Bogor dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperbaiki prasasti tersebut. Karena ditandatangani oleh Gubernur dan Wali Kota,” tuturnya. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Pengelolaan Keanekaragaman Hayati pada Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor Irfan Zacki Faizal menjelaskan, kesalahan tersebut terjadi pada vendor yang mengadakan prasasti tersebut. Hanya saja, saat ini prasasti peresmian Alun-alun Kota Bogor tengah dilepas untuk disempurnakan. Selain itu, dilepasnya prasasti tersebut juga bertujuan melakukan grafir atau pengikisan terhadap tanda tangan Gubernur Jawa Barat dan Wali Kota Bogor. Sebab, pada saat peresmian pada Jumat (17/12) lalu, tanda tangan yang dilakukan nasih menggunakan spidol. “Kemarin tanda tangan masih pakai spidol, jadi dibuka lagi karena tanda tangannya mau digrafir. Selesai grafir nanti dipasang lagi, semua akan disempurnakan. Insya Allah nanti sudah permanen semua,” jelasnya.

Prasasti Peresmian - prasasti merupakan salah satu piagam berupa tulisan tentang peresmian, maklumat, keputusan, maupun undang-undang tertulis pada benda-benda keras serta bahan yang tahan lama seperti batu, dinding, keramik, dan lain-lain. Penemuan prasasti merupakan tanda bahwa sudah berakhirnya zaman prasejarah dimana pada zaman kuno indonesia masyarakatnya belum mengenal tulisan, dan menuju zaman sejarah dimana masyarakatnya sudah mengenal tulisan. Pada sejarah kuno indonesia, prasasti ini dianggap sebagai sumber yang mampu memberikan kronologi peristiwa dan mengandung penanggalan serta sejumlah nama dan alasan prasasti tersebut dikeluarkan. Namun saat ini masyarakat Indonesia sering menyebut prasasti ini sebagai penanda berupa tulisan pada batu nisan atau peresmian gedung yang ditanda tangani pada suatu prasasti. Artinya sampai saat ini prasasti masih dilestarikan. Mungkin pada zaman kuno batu merupakan bahan yang digunakan dalam penulisan prasasti, tapi saat era modern sekarang terdapat berbagai bahan yang bisa digunakan seperti marmer, granit, akrilik, dan plat logam. Kami menerima pesanan pembuatan prasasti granit custom dari mulai ukuran dan desain.




Untuk pemesanan produk dengan model, bahan dan ukuran diluar yang sudah kami sediakan silahkan hubungi kami.


APRELLIA DEWI
Jl. Kanigoro Gg 4 No. 36 Dsn. Blumbang, Ds. Campurdarat, Kec. Campurdarat, Tulungagung, Jawa Timur 66272

Posting Komentar untuk "Prasasti Marmer Untuk Peresmian Dan Penandatanganan Bangunan Baru"